Tampilkan postingan dengan label Comic Reading Challenge 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comic Reading Challenge 2016. Tampilkan semua postingan

04 September 2016

Manga Review: Strobe Edge, Volume 9 by Io Sakisaka


Strobe Edge #09
Pengarang: Io Sakisaka
Penerbit: m&c!
Tebal buku: 192 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 3 of 5 stars
'Suka' berarti bukan sesuatu yang dipikirkan di kepala, melainkan dirasakan di hati. Berapa kali pun kau bilang akan menyerah, nggak ada yang bisa kau lakukan kalau hatimu merasa 'suka'. Rumit, ya.
Ninako yang sedang dirundung banyak masalah akhirnya memutuskan untuk menceritakan permasalahannya kepada teman-teman terdekatnya, sebelumnya ia enggan. Ternyata setelah menceritakan pada semuanya, perasaannya terasa lebih ringan. Sementara itu pulang sekolah, Ren bersama Manabu sedang menunggu kereta di stasiun. Berpapasan kereta datang, Ren dan Manabu segera naik. Berdiri dalam kereta dekat pintu masuk, mereka melihat Ninako menuruni tangga.

21 Agustus 2016

Manga Review: Blue Spring Ride, Volume 2 by Io Sakisaka

Blue Spring Ride #02
Pengarang: Io Sakisaka
Penerbit: m&c!
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 184 halaman
Rating: 4 of 5 stars
 Kamu pura-pura melangkah maju. Padahal sebenarnya masih memegang pada masa lalu. Berarti kamu lemah. Ya, kan?
Setelah percakapan yang cukup mendalam di antara Futaba dan Kou, Futaba mulai memahami Kou yang sekarang. Perubahan dalam diri Kou dan kehidupannya. Bahkan Futaba merasa dirinya spesial karena Kou mau menceritakan kegundahan hatinya pada Futaba. Namun, ternyata sama saja. Kou juga menceritakan hal yang sama kepada teman-temannya. Futaba tidak lagi merasa spesial, justru kesal.  Pada saat kenaikan kelas, Futaba satu kelas dengan Kou; Futaba bisa melihat interaksi Kou bersama teman-teman yang baginya terlihat sangat akrab padahal baru saja bertemu saat itu. Kou terkadang suka menggoda Futaba.

11 Agustus 2016

Manga Review: Blue Spring Ride, Volume 1 by Io Sakisaka


Blue Spring Ride #01
Pengarang: Io Sakisaka
Penerbit: m&c!
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 184 halaman
Rating: 4 of 5 stars
Kalau kita bicara buruk tentang orang lain, kita akan merasa lebih baik dari orang itu. Tapi itu salah besar!
Futaba Yoshioka dulu saat SMP benci laki-laki. Bagi Futaba, laki-laki adalah manusia yang kasar, berisik dan berantakan. Namun, Kou Tanaka bukan laki-laki yang seperti itu. Kou bersih dan bersuara tinggi; kalau laki-laki macam Kou tidak apa-apa. Suatu hari sepulang sekolah teman Futaba mengajaknya bergabung dengan permainan anak laki-laki di lapangan. Futaba pun mengiayakan karena Kou ikut bermain. Tanpa sengaja tatapan mereka saling berserobot, menimbulkan rona merah di pipi. Satu waktu, Kou dengan malu-malu mengajak Futaba pergi ke festival musim panas—hanya berdua. Namun, saat itu tiba dan Futaba telah menunggu di tempat yang sudah direncanakan, Kou tidak datang. Pagi harinya Kou juga tidak datang ke sekolah; sampai hari kelulusan SMP tiba.

07 Agustus 2016

Manga Review: BORDER, Volume 4 by Kazuki Kaneshiro (Story) & Yua Kotegawa (Comic)


BORDER #04 [End]
by Kazuki Kaneshiro (Story) and Yua Kotegawa (Comic)
Penerbit: m&c!
Tebal: 176 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 3 of 5 stars
  Apa kau pernah memikirkannya? Banyaknya ibu tunggal menunjukkan banyaknya pria yang membuang anak istrinya. Ada juga pria yang dibuang anak istrinya, sih. Belum termasuk janda yang ditinggal mati. Ini dunia yang menjijikan aku ingin segera lenyap dari sini.
Para polisi sedang berada di sebuah TKP ditemukannya seorang laki-laki tewas tertembak-mantan detektif polisi. Inspektur Higa mengidentifikasi luka tembak di tubuh korban. Menurutnya, korban ditembak dalam keadaan berdiri oleh seseorang yang berbadan lebih pendek. Detektif Ichibana menduga pelaku penembakan adalah gadis bernama Mirei yang terjerat kasus sebelumnya. Pak Ichikura menyuruh Tachibana dan Ishikawa untuk tidak ikut campur dalam kasus ini karena tim sudah dilepas dari tugas pencarian gadis tersebut. Sementara itu, polisi magang Haruna yang tertembak saat menjaga pelaku penembakan, belum juga siuman.
Aku tidak pernah lihat perempuan yang menjual tubuhnya karena dia suka. Dunia ini memang neraka, ya.
Di saat Ishikawa sendirian ia mendengar gumaman seseorang--arwah korban penembakan. Dengan kemampuan spesialnya, Ishikawa bisa melihat penampakan arwah itu kemudian menanyainya beberapa hal termasuk kemungkinan seorang gadis yang telah membunuhnya. Arwah itu tidak menjawab, malah teralihkan oleh kedatangan Inspektur Higa yang ingin berbicara empat mata dengan Ishikawa mengenai kondisi tubuhnya pascapenembakan yang membuat sebuah peluru bersarang di kepalanya. 
BORDER versi Live Action. Staring by Shun Oguri

Meskipun Ishikawa sudah dilepas dari kasus ini ia tetap berusaha mencari keberadaan si pelaku tanpa sepengetahuan Pak Ichibana. Dalam pencarian si pelaku, Ishikawa dibantu oleh teman informannya yang pandai TIK dan cerita kronologis dari arwah korban. 
Benar, bunuh saja dia. Hidupmu tidak akan jadi sia-sia. Toh, kau akan mati. Iya, kan?
Agaknya chapter terakhir ini sulit dipahami buatku. Di sini Ishikawa dan teman-teman dibuat bingung dengan hilangnya si pelaku penembakan-yang pada capter sebelumnya sudah tertangkap, tetapi berhasil lolos setelah merebut dan menembakkan pistol ke arah Haruna. Pelakunya adalah Mirei yang menurutku dia agak creepy; berani tinggal berdua bersama kakek-kakek yang sudah meninggal. Maksudku, itu ngeri. Perbuatan gadis itu dilatarbelakangi adanya kekerasan dalam rumah tangga. Mirei sering disiksa ayahnya; ibunya hanya menurut perkataan ayah-hanya diam saja. Ketika ayahnya meninggal ia tidak punya tempat untuk melampiaskan amarahnya. Nah, dari situ aku tahu menjalin hubungan orang tua dan anak yang baik itu penting. Ketika anak melakukan kesalahan atau orang tua sedang marah, pantasnya tidak dilampiaskan ke anak. Anak jangan pernah dikasari karena berdasar informasi yang aku baca justru membuat anak jadi keras kepala dan suka melanggar aturan cmwii. Penangkapan pelaku tidak cukup menarik. Aku pikir si Mirei yang psikopat itu akan bertindak lebih diluar dugaan tapi malah mudah sekali ditangkap. Serasa ada plot yang kurang dilengkapi. Aku salut dengan perjuangan Ishikawa untuk menegakkan kebenaran walaupun ia tahu akan mati dan kesal karena Mirei telah mencelakakan partnernya, ia tetap bertindak tegas seperti yang seharusnya polisi lakukan. :))

Di pertengahan cerita lebih fokus pada kemungkinan hidup atau matinya Ishikawa. Karena peluru yang bersarang di kepalanya itu membuatnya tetap mati. Operasi ataupun tidak. Ada sedikit twist yang dibuat oleh pengarang, cukup berhasil membawaku ke arah kemungkinan 'itu' tapi ternyata dugaanku salah. Lumayan sih. Tapi plot twistnya begitu saja. Kesannya datar dan mengambang. Mungkin ceritanya perlu dibuat panjang sedikit.

28 Juli 2016

Manga Review: Assassination Classroom, Volume 9 by Yusei Matsui


Assassination Classroom #09
Pengarang: Yusei Matsui
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 192 halaman
Rating: 5 of 5 stars
Kita mengejar orang yang kita kagumi sambil melewati orang-orang yang tidak ingin kita tiru. Mungkin dengan melakukannya berulang-ulang seperti inilah yang disebut "menjadi dewasa".
Nagisa benar-benar marah saat Takaoka menghancurkan obat penyembuh virus yang dijanjikan sebelumnya. Nagisa yang sedang benar-benar marah itu mengagetkan teman-temannya; Nagisa mengacungkan pisau untuk menghadapi Takaoka. Koro-sensei pun berusaha menenangkan dia, memintanya untuk tetap berkepala dingin. Percuma juga membunuh Takaoka karena itu hanya akan membuat Nagisa menjadi pembunuh dan itu merugikannya. Terasaka melemparkan senjata kejut ke arah Nagisa lalu menyadarkannya dengan nada tegas tak terelakan padahal ia sedang demam tinggi akibat terpapar virus.

16 Juli 2016

Manga Review: Assassination Classroom, Volume 8 by Yusei Matsui


Assassination Classroom #08
Pengarang: Yusei Matsui
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun terbit: 2016
Tebal buku: 192 halaman
Rating: 4 of 5 stars
Guruku bilang, "Saat menghisap ganja, kita belum tentu akan terlihat keren. Tapi, sudah pasti hidup kita akan sengsara.
Para murid kelas 3-E yang awalnya berlibur musim panas dikejutkan oleh adanya peyebaran virus misterius yang menyerang beberapa temannya. Diketahui ada seseorang yang sengaja menyebarka virus itu melalui minuman selamat datang; seseorang itu berjanji akan memberi obat penyembuhnya dengan cara menukar Koro-sensei. Ia meminta Nagisa dan Kayano menyerahkan Pak Koro kepadanya tanpa pengawasan siapapun. Pak Koro saat itu dalam bentuk bola (baca chapter sebelumya). Orang misterius itu berada di kamar hotel paling atas. 

15 Juli 2016

Manga Review: BAKUMAN, Volume 15 by Tsugumi Obata & Takeshi Obata

BAKUMAN #15
Pengarang: Tsugumi Ohba & Takeshi Obata
Penerbit: m&c!
Tahun Terbit: 2016
Tebal: 192 halaman
Rating: 3 of 5 stars
Kita memang masih dalam perjalanan menuju impian kita, sehingga tidak bisa bersantai-santai seperti orang-orang. Tapi biarpun begitu, kita tetap merasa bahagia. Karena kita melangkah sejauh ini sambil menggenggam impian kita.
Pertarungan manga antara Nananime dan duo Ashirogi Muto telah dimulai. Ashirogi Muto sudah menyanggupi tantangan dengan optimis; bisa mengalahkan Nananime. Tetapi pertarungan ini tidak mudah bagi Nananime bersaing dengan duo mangaka tersebut. Nananime lalu berpikir keras bagaimana caranya agar ia bisa mengalahkan mereka, dibantu oleh orang-orang di internet yang tersisa sedikit orang. Nananime akhirnya menemukan sebuah cara agar ia bisa menang.

05 Juli 2016

Manga Review: Strobe Edge, Volume 8 by Io Sakisaka


Strobe Edge #08
Pengarang: Io Sakisaka
Penerbit: m&c!
Tebal buku: -
Tahun terbit: 2016
Rating: 4 of 5 stars
Kalau kau menyerah bukan 'karena' melainkan 'untuk' sesuatu, aku yakin itu alasan yang berharga.
Perkataan Ren tempo hari membuat Ninako kalang kabut; hatinya dibuat rumit. Ia memikirkan banyak hal mengenai dirinya dan Ren yang akhirnya jomblo; tentunya akan mendapat pacar baru, sedangkan ia tidak punya kriteria untuk menjadi pacarnya. Sesampainya di sekolah Ninako melihat Ren yang sedang mendengarkan lagu lewat earphone. Ninako menyapanya. Ren kemudian menyerahkan sebelah earphonenya kepada Ninako memperdengarkan lagu yang kemarin disenandungkan Ninako hari kemarin. Pada saat itulah mata mereka bertemu dalam jarak yang cukup dekat; membuat keduanya bersemu merah. Ren langsung berpamitan pergi duluan ke kelas. Begitu Ren pergi, Mao--mantan Andou mendatangi Ninako menanyakan perihal apakah Ninako menyukai Ren karena rasa itu tersirat dari tatapan Ninako.

28 Juni 2016

Manga Review: Strobe Edge, Volume 7 by Io Sakisaka


Strobe Edge #07
Pengarang: Io Sakisaka
Penerbit: m&c!
Tebal buku:-
Tahun terbit: 2016
Rating: 5 of 5 stars
Itu mustahil. Sebab sampai sekarang aku masih menyesal putus denganmu.
Sudah seminggu sekelas dengan Ren membuat Ninako merasa aneh. Dulu ia selalu berharap bertemu Ren secara tidak sengaja di koridor sekolah. Namun, sekarang tanpa berharap pun ia bisa melihat Ren setiap hari (posisi tempat duduknya dekat Ren; Best Position!) Saat istirahat di kelas Ninako dipanggil oleh beberapa teman perempuannya yang menyukai Ren. Sekelompok perempuan itu bertanya heran mengapa Ninako bisa berbicara normal dengan Ren; Ren tampak sulit diajak berbicara dan susah didekati. Hal tersebut berbeda ketika para perempuan itu mengajak Ren berbicara, Ren bersikap defensif. Salah satu di antara mereka pun menanyakan perasaan Ninako, apakah ia masih menyukai Ren.

25 Juni 2016

Manga Review: The Black Devil and The White Pince, Volume 3 by Makino


The Black Devil and The White Prince #03
Pengarang: Makino
Penerbit: m&c!
Tebal buku: 176 halaman
Tahun Terbit: 2016
Rating: 2 of 5 stars
Aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Bagaimana perasaanmu kepadaku?
Penutupan semester 1 artinya liburan musim panas dimulai. Kelas 1-D tampak ramai seperti biasanya. Murid-murid sibuk dengan nilai ujian yang sudah keluar. Ada yang senang, galau atau bahkan tidak terima nilainya jelek, lantas membandingkan nilai punya teman tak terkecuali Yuu; nilai ujiannya parah. Yuu sedang berbicara dengan Meiko tentang nilainya itu. Tiba-tiba wajah Meiko berubah merah merona saat melihat Kurosaki. Yuu menanggapi kesal bahwa menyukai Kurosaki akan membuat Meiko susah, tetapi Meiko tidak peduli. Meiko malah penasaran apakah Yuu memiliki perasaan terhadap Kurosaki. Yuu menjawab tidak mungkin. Meiko kemudian meminta bantuan Yuu agar bisa dekat dengan Kurosaki.

16 Juni 2016

Manga Review: Gekkan Shojo Nozaki-kun, Volume 7 by Izumi Tsubaki


[Jepang]: Gekkan Shoujo Nozaki-kun #07
 [Indonesia]: Komikus Shoujo Nozaki #07  
Pengarang: Izumi Tsubaki
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 152 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 4.5 of 5 stars
Sakura, ini sangat alami sampai-sampai tak pernah kusadari. Kadang kita meluputkan sesuatu karena begitu dekatnya. Sakura... tolong jangan kaget. Sebenarnya...
Di sekolah, Nozaki sedang membicarakan perubahan alat komunikasi yang ada di komiknya dengan Sakura. Ia berniat mengubah hp jadul menjadi smartphone. Melihat hasil gambar Nozaki yang tokohnya menggunakan smartphone terlihat seperti anak zaman sekarang. Sakura menyebut di dalam smartphone ada 'apps'. Kata apps pun dimasukkan ke dialog komik Nozaki yang justru terlihat kedua karakter di komik tersebut sama sekali tidak mengerti 'apps' itu apa. Nozaki dan Sakura meminta bantuan sang ahli yaitu Mikoshiba. Mikoshiba memberitahu mereka tentang aplikasi 'Line' yang berfungsi seperti sms; respon keduanya terlihat polos; terkesima dengan kemampuan memotret ponsel yang berlayar lebar itu.

15 Mei 2016

Manga Review: Assassination Classroom, Volume 7 by Yusei Matsui


Assassination Classroom #07
Pengarang: Yusei Matsui
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal buku: 208 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 4.5 of 5 stars
Bersaing satu sama lain dalam batasan peraturan yang sama, mengasah kemampuan dan memperluas pengetahuan demi hasil yang terbaik. Pengalaman untuk mendapatkan hasil itu sendirilah yang merupakan harta tak ternilai.
Ujian sekolah dimulai. Anak-anak kelas E yang sebelumnya ditantang oleh lima anak terpintar di kelas A dan satu sekolahan berjuang mati-matian mengerjakan soal. Ibaratnya soal tersebut adalah monster yang harus dikalahkan dengan senjata yang berupa ilmu hasil didikan guru di kelas. Hasil ujian pun diumumkan oleh Koro-sensei.

29 April 2016

Manga Review: Strobe Edge, Volume 6 by Io Sakisaka


Strobe Edge #06
Pengarang: Io Sakisaka
Penerbit: m&c!
Tebal buku: 192 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 4.5 of 5 stars
Kupikir wajar bila aku berusaha menghapus perasaanku terhadap gadis lain dengan hanya memikirkan pacarku. Tapi aku nggak tahu batasan antara usaha dan paksaan.
Chapter sebelumnya, Mayuka menyadari perasaan Ren terhadap dirinya sudah tidak sama lagi. Mayuka memutuskan untuk berpisah dengan Ren. Pagi harinya, Ren bertemu Daiki di ruang loker sepatu. Ren menatap Daiki dengan diam, lalu Daiki berkata Ren tidak perlu khawatir soal dirinya karena ia bukan sister complex. Ren sebenarnya tidak berniat seperti itu. Daiki juga menambahkan kakaknya lolos ujian masuk universitas. Mendengar kabar tersebut, Ren berterimakasih. Kabar Ren putus dengan pacarnya meluas hingga satu sekolahan. Cewek-cewek yang menyukai Ren pun tentu senang karena akhirnya mereka punya kesempatan untuk menyatakan perasaan yang telah terpendam. Teman-teman Ninako juga heboh, mereka lantas menyuruh Ninako cepat-cepat menyampaikan perasaannya mumpung Ren jomblo. Namun, bagi Ninako itu bukanlah waktu yang tepat.

28 April 2016

Manga Review: BAKUMAN, Volume 14 by Tsugumi Ohba & Takeshi Obata


BAKUMAN #14
Pengarang: Tsugumi Ohba & Takeshi Obata
Penerbit: m&c!
Tahun Terbit: 2016
Tebal: 192 halaman
Rating: 5 of 5 stars
 Saat mulai tersudut, ingin lari serta tenaga dan pikiran terkuras habis... pada saat itulah sebuah karya diberi napas kehidupan! Manga tanpa jiwa, yang terbentuk tanpa pengorbanan darah, keringat, serta air matamu sendiri... Tidak akan bisa mengalahkan sebuah manga sejati!
Sebelumnya, duo Muto Ashirogi ditunjuk menjadi juri Kontes Manga Rookie Treasure Award. Mereka membaca salah satu naskah manga buatan peserta berjudul Classroom of Truth. Menurut mereka, naskah manga tersebut sangat bagus; ide cerita tentang adu kekuatan pikiran dan ceritanya menarik. Tetapi, tema yang diusung tidak cocok untuk majalah manga shonen. Walau begitu mereka tetap lanjut membaca. Setelah selesai membaca, Mashiro dan Takagi menulis angka penilaian untuk manga tersebut. Mashiro tersadar ia pernah melihat nama si pengarang sebelumnya. Rupanya Tohru Nanamine pernah mengirim surat penggemar kepada mereka.

23 April 2016

Manga Review: The Garden of Words by Makoto Shinkai (Story) and Midori Motohashi (Artwork)


The Garden of Words
by Makoto Shinkai [Story] and Midori Motohashi [Artwork]
Penerbit: m&c!
Tebal buku: 220 halaman
 Tahun terbit: 2014
Rating: 5 of 5 stars

 なるかみの、すこしとよみて、
さしくもり、
あめもふらか、
きみをとどめむ  
[Saat suara petir bergemuruh,
langit ditutupi awan mendung dan hujan turun,
kau baru akan singgah.]
-from Man'yoshu, book 11, verse 2,513

Takao Akizuki, anak SMA berusia 15 tahun, bercita-cita menjadi pembuat sepatu. Takao sangat menyukai hujan, maka ketika pagi hari hujan turun ia akan membolos pada jam pertama sekolahnya lalu pergi ke taman Nasional Shinjuku Gyoen sembari menikmati hujan. Ia selalu membawa buku sketsanya untuk menggambar desain sepatu. Suatu hari ketika ia menuju taman untuk berteduh, ia melihat seorang wanita bernama Yukari Yukino-27 tahun-sedang duduk di sana. Dalam diam Takao sibuk membuat sketsa gambar sepatu hak tinggi. Kemudian tanpa sengaja ia menjatuhkan penghapusnya, wanita itu pun memungutnya. Dengan berani ia bertanya apakah mereka pernah bertemu. Namun wanita itu justru mengucapkan sebuah haiku (puisi pendek). Wanita benama Yukari berlalu meninggalkan Takao sendirian.

20 April 2016

Manga Review: Gekkan Shojo Nozaki-kun, Volume 2 by Izumi Tsubaki


[Jepang]: Gekkan Shojo Nozaki-kun #02
[Indonesia]: Komikus Shojo Nozaki-kun #02
Pengarang: Izumi Tsubaki
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal buku: 208 halaman
Rating: 4.5 of 5 stars
Apa iya? Kurasa, lebih keren aku yang sekarang. Sekarang aku bisa gambar beta flash.
Kehidupan Nozaki sebagai mangaka komik shojo pastinya disibukkan dengan membuat sketsa komik, name, memasang tone dan sebagainya. Hari itu Nozaki menyelesaikan naskah cerita lebih cepat dari biasanya. Chiyo pun senang mendengarnya lalu mengajak Nozaki pergi bermain. Anggap saja hari itu seperi hari libur. Mereka akhirnya pergi ke mall. Bukan Chiyo namanya kalau tidak baper. Ia mulai berpikiran kalau mereka terlihat seperti sedang kencan. Di gedung bioskop, Nozaki ingin menonton sebuah film yang dianggapnya menarik; setting sekolahnya disorot dari berbagai sudut. Pada saat makan di restoran, Nozaki justru nampak asyik mengambil foto makanannya untuk bahan naskah komik. Hancur sudah harapan Chiyo.

16 April 2016

Manga Review: BORDER, Volume 3 by Kazuki Kaneshiro (Story) and Yua Kotegawa (Comic)


BORDER #03
by Kazuki Kaneshiro (Story) and Yua Kotegawa (Comic)
Penerbit: m&c!
Tebal: 184 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 3 of 5 stars
Orang yang nggak bisa melarikan diri karena lambanlah yang salah. Aku yakin, pasti ada orang yang kau anggap pantas mati, kan?
Beberapa mobil polisi dan mobil pemadam kebakaran berdatangan di lokasi kejadian kebakaran, tepatnya di kafe internet. Detektif Haruna menyimpulkan adanya korban, tetapi jumlah korban tewas belum diketahui. Ishikawa yang memiliki kemampuan lebih bisa melihat enam arwah korban kebakaran menatapnya. Setelah diselidiki, ada enam korban tewas yang sudah ditaruh di kantong mayat dan dijajarkan. Para polisi sibuk menganalisa tempat kejadian dan menerka siapa pelakunya. Dari kamera CCTV diketahui seorang laki-laki bernama Noboru Ishikawa, 24 tahun, alamat rumahnya asal, datang ke kafe internet sambil membawa tas besar. 2 jam setelah ia masuk ke kafe, muncul api dari biliknya. Ia pun dipastikan sebagai pelaku kebakaran.

28 Maret 2016

Manga Review: Assassination Classroom, Volume 6 by Yusei Matsui


Assassination Classroom #06
Pengarang: Yusei Matsui
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal buku: 192 halaman
Rating: 4.5 of 5 stars
Anak yang tegar dan serba bisa seperti dia itu justru yang paling mengkhawatirkan. Orang yang menjadi andalan orang di sekitarnya cenderung menyimpan kesulitannya sendiri.
Magu Kataoka bersama teman-teman kelas E sedang merencanakan pembunuhan Pak Koro selanjutnya dengan memanfaatkan kelemahan Pak Koro yang tidak bisa berenang. Maegu pun merenvanakan selama musim panas mereka akan mencari kesempatan untuk menceburkan Pak Koro lalu ketika Pak Koro sulit berenang ia langsung menyerangnya dengan pisau anti Pak Koro yang dipasang di jepit rambutnya.

26 Maret 2016

Manga Review: Idol x Actor x Megane Boy, Volume 4 by Shiraishi Yuki [End]


Idol x Actor x Megane Boy #04
Pengarang: Shiraishi Yuki
Penerbit: m&c!
Tebal: 184 halaman
Tahun terbit: 2016
Rating: 3 of 5 stars
Gawat. Lama-lama berada di sampingmu... Aku jadi semakin menginginkanmu seutuhnya.
Yori Suzuki sedang melakukan pemotretan di sebuah pantai di Hawaii. Ini kali pertamanya dia ke Hawaii karena mendapat peran utama dalam sebuah drama yang berlokasi di luar negeri. Hasil fotonya bagus, ia berhasil melakukannya; suasana hatinya sedang baik. Dia akan berkencan di pantai bersama Shizuku. Tepat selesai pemotretan sebuah pesan singkat masuk dari Shizuku. Yori pun menunggu kedatangan Shizuku.

Manga Review: Police and High School Girl, Volume 1 by Maki Miyoshi


Police and High School Girl #01
Pengarang: Maki Miyoshi
Penerbit: m&c!
Tebal:176 halaman
Tahun terbit: 2013 (cetakan pertama)
Rating: 3.5 of 5 stars
Sepertinya nggak gampang untuk menjadi pasangan bagi orang dewasa, ya.
Mako, seorang siswi SMU berumur 16 tahun diajak pergi ke kencan buta oleh teman sekelasnya, Mikado atas ajakan kakak Mikado sendiri yang kekurangan dua peserta perempuan. Saat kencan buta, Mikado terlihat sangat menikmati kencan tersebut sebagai makasiswi baby face berumur 22 tahun. Kako hanya menatap sebal sikap temannya itu. Kakak Mikado yang mengajak mereka malah tidak digubris. Kako mengalihkan pandangan ke sebelahnya; seorang laki-laki yang sedang merokok asik memandangi wajahnya dengan wajah serius.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...