07 September 2023

Manga Review: Uzumaki by Junji Ito (3-in-1 edition)

Uzumaki

Pengarang: Junji Ito
Penerbit: AKASHA
Tebal Buku: 648 halaman
Beli di Carolina Tokokomikkita (Shopee)
Rating: ⭐⭐⭐⭐⭐












Goshima Kirie dan Shuichi Saito adalah sepasang kekasih yang sudah lama tinggal di kota terkutuk bernama Kurozu. Di kota Kurozu, semua benda dan tumbuhan berbentuk tidak lazim dan aneh seperti spiral. Ranting pohon terpuntir dan membentuk spiral di atasnya, kemunculan manusia siput, rambut berbentuk spiral yang bergerak sendiri, mercusuar yang sudah lama terbengkalai, tiba-tiba memunculkan cahaya misterius, dll. Orang-orang terdekat Goshima dan Shuichi pun terkena imbas kutukan spiral. Ayah Shuichi tiba-tiba terobsesi dengan hal-hal berbentuk spiral. Obsesinya sudah makin parah hingga sang ayah tidak bekerja lagi dan memilih mendekam di kamar sembari mengagumi benda-benda itu. Keanehan sang ayah membuat Shuichi dan ibunya khawatir dan marah. Ibu pun diam-diam membuang semua benda spiral milik sang ayah. Namun, usaha itu tidak menghentikan obsesi ayah Shuichi bahkan membuat ayahnya bertindak di luar nalar. Kejadian aneh yang menimpa keluarga Shuichi ini mendatangkan satu demi satu keanehan lain di kota Kurozu. Apakah Goshima dan Shuichi berhasil keluar dari kota ini?!

Panel halaman pertama komik Uzumaki
Agak kecewa ada sedikit damage di beberapa halaman awal

Sebelum memutuskan membeli komik ini aku sempat ragu-ragu ceritanya akan ada yang sama dengan yang di komik Best of The Best: Junji Ito. Berhubung rasa penasaranku tidak segera hilang, aku langsung saja beli dan aku tidak kecewa. Sesuai dengan judulnya, komik setebal 600 halaman ini menceritakan kejanggalan fenomena alam berupa spiral sebagai jalan ceritanya. Meskipun jumlah halamannya banyak, tapi menurutku komik ini bisa diselesaikan dalam 1-2 hari saja karena penceritaannya menggunakan gambar dan tidak membosankan. Di setiap chapter komik memiliki cerita dan tokoh sampingan yang berbeda-beda, tapi penyebabnya utamanya masih soal spiral. Kisah pertama dimulai dari kutukan yang terjadi pada ayah Shuichi yang tiba-tiba terobsesi spiral dan saat meninggal, abu kremasinya membentuk gumpalan spiral yang menimbulkan teror spiral baru di kota. Spiral-spiral yang tercipta berbentuk abstrak dan tidak lazim sehingga membuat perasaan pembaca tidak nyaman. Keabsurdan bentuk spiral dan teror terasa makin ngeri karena didukung artstyle Junji ito yang menambah kesan menyeramkan dan menjijikan. Di tengah jalan ceritanya yang seram dan bikin bulu kuduk berdiri, Junji Ito juga memberi sentuhan kisah romantis antara Goshima irie dengan Shuichi yang awalnya bersahabat sampai akhirnya berpacaran. Ancaman teror spiral yang terjadi terus menerus mempengaruhi perkembangan karakter kedua tokoh. Shuichi yang kalem seperti biasa, berubah menjadi introvert dan depresi. Goshima yang awalnya skeptis soal teror, makin percaya karena mengalami sendiri. Kedua tokoh utama tersebut pun sama-sama menyadari keanehan atas kutukan yang ada di kota dan memutuskan untuk melarikan diri.

Panel komik Uzumaki yang disensor versi Bahasa Indonesia
Adegan ini disensor penerbit karena agak ngeri dan jijik, ya (mungkin)

Sepanjang membaca komik ini, aku bisa merasakan kengerian dan perasaan frustasi yang dialami Shuichi dan Goshima. Segala usaha pelarian yang dilakukan selalu mengalami hambatan. Beberapa kejadian yang menimpa keduanya terlampau mengerikan sampai ada yang sengaja disensor. Aku pun mungkin tidak akan kuat melihat adegan tersebut. Chapter favoritku yang cukup ngeri adalah The Scar, Jack in the Box, Mosquitos, dan Umbilical Cord. Dari segi penampilan, ternyata komik Uzumaki ini diterbitkan dalam bentuk omnimbus 3-in-1 yang berisi cerita-cerita pendek yang masih berhubungan. Dengan ketebalan komik 600 halaman membuat pembaca merasa lebih puas. Didukung dengan halaman bookpaper yang membuat mata nyaman. Hanya saja, komik yang terlalu tebal membuatku agak kesusahan karena tanganku tidak kuat mengangkat bukunya lama-lama (tim baca di mana-mana).

Tampilan kover jaket komik Uzumaki versi Bahasa Indonesia
Tampilan kover jaket komik Uzumaki
Tampilan kover dalam komik Uzumaki versi Bahasa Indonesia
Tampilan kover dalam komik Uzumaki (depan)
Tampilan kover dalam komik Uzumaki bagian belakang
Tampilan kover dalam komik Uzumaki (belakang)
Terakhir, aku senang dan puas membaca komik ini. Meski bukunya berat, tapi aku tidak bisa berhenti membacanya karena banyak cerita yang seru dan di luar imajinasi. Aku sangat merekomendasikan buat pembaca yang suka komik bertema horor dan penyuka karya Junji Ito.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...