23 Agustus 2023

Book Review: Progresnya Berapa Persen by Soraya Nasution

Progresnya Berapa Persen

Pengarang: Soraya Nasution
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit Buku: 21 Agustus 2019
Tebal Buku: 360 halaman
Baca di Gramedia Digital

Rating: ⭐⭐⭐⭐⭐









Kalau di perusahaan lain, setinggi-tingginya jabatan yang kita pegang, tetap saja kita dipekerjakan.
April sudah setahun bekerja sebagai konsultan perencana dan pengawas di bidang konstruksi. Setahun bekerja di kantor konsultan milik Pak Tio tersebut, April merasa betah karena lingkungan kerjanya nyaman dan minim persaingan. April beruntung memiliki partner kerja seperti para Hebringers yang menyenangkan dan selalu menghibur dengan kelakuan dan candaan recehnya. Hebringers adalah sebutan rekan-rekan kantor April yang terdiri dari Naufal, Clinton, Sheila, Kenzo, dan Bang Adrinta. April dan para Hebringers punya hiburan khusus di sela pekerjaan kantor yang serba hectic. Setiap hari Rabu sebelum pulang kantor, April dan Hebringers melakukan taruhan menebak warna kemeja yang akan dikenakan Pak Dewangga Bayuzena pada hari Kamis. Alasannya karena Pak Dewangga sering pakai kemeja yang berwarna monoton hitam, putih, abu-abu--alias itu-itu saja.

Progres pekerjaan di proyek berbanding lurus dengan progres pekerjaan kamu di kantor. Kalau ditanya progresnya kamu nggak tahu, berarti kamu nggak kerja. Kalau progresnya nggak sesuai, berarti ada volume yang kamu salah masukkan atau lupa atau belum kamu masukkan. Kinerja semua orang kantor harus diukur dengan progres. Mengerti? 

Pak Dewangga, atau akrab dipanggil Pakde adalah manajer kantor yang bertanggungjawab dalam mengatur urusan teknis. Selain itu, Pakde beserta Pak Tio yang mendirikan kantor konsultan tempat April bekerja. Pakde ini tipe atasan yang rajin menanyakan kabar progres proyek setiap anak buahnya. Setiap ada kesempatan, kalimat 'progresnya berapa persen?' tidak pernah absen sampai April dan hebringers hapal dan kadang sebal. Seakan belum cukup dengan pertanyaan ajaib tersebut berserta proyek kerjaan yang seabrek, April dibuat bingung dan kebat-kebit dengan perubahan sikap Pakde yang berbeda dari biasanya. Tiba-tiba Pakde menunjukkan perhatian lebih kepada April. Mampukah April menghadapi sikap Pakde itu?
Kamu itu sekali-kali coba belajar untuk nggak perlu mikirin apa yang orang lain pikir tentang kamu. Karena mereka belum tentu berpikir kayak apa yang kamu pikirin. Nambah-nambah beban pikiran kamu aja

Salah satu comfort book yang selalu aku baca ulang! Novel ini memiliki jalan cerita yang cukup mainstream tentang office romance di dunia konsultan perkonstruksian khas city lite. Aku boleh bilang, tema ceritanya sama dengan novel Resign! Namun, tentu saja eksekusi ceritanya jauh berbeda. Progresnya Berapa Persen berkisah tentang kesibukan pekerja kantor dalam menghadapi proyek kerjaan sekaligus pertanyaan progres dari bosnya. Di dalam novel ini ada tokoh April yang pekerja keras, penyayang keluarga, tapi punya rasa insecure dalam hal percintaan. Lalu, Pak Dewangga, bos kantor yang serius, baju kantornya itu-itu saja, dan suka tanya progres kerjaan. Tidak lupa tokoh sampingan Geng Hebringers yang selalu menghibur dengan obrolan nyeleneh dan sikap slengekannya. Setiap tokohnya memiliki karakter yang kuat dan punya peran penting masing-masing. Tidak terkecuali tokoh sampingannya yang mampu menghidupkan suasana kantor dan mempengaruhi jalan cerita. 

Aku suka cara penulis memperlihatkan perbedaan umur Dewangga dan April melalui percakapan keseharian mereka. Aku bisa lihat bagaimana tegas dan dewasanya Pak Dewangga di kantor dan usahanya melakukan PDKT ke April tanpa kehilangan keprofesionalitasnya. Di novel ini, karakter Pak Dewangga sebagai bos terasa manusiawi, tidak terkesan abusive seperti bos-bos di novel lain yang bertema sama. Perkembangan hubungan Pak Dewangga dan April berjalan smooth, scene romantisnya fluff banget, berhasil bikin gemes & blushing sendiri. Karakter favoritku tentu saja Pak Dewangga! He is a man act of service! Kelakuan Pak Dewangga pas PDKT itu gemesin & cool banget. Konflik yang jadi fokus di sini adalah kegundahan April menyikapi keadaan rumahnya dan juga ketidak percayaan dirinya yang mempengaruhi hubungannya dengan Pak Dewangga. 

Di dalam novel ini banyak adegan yang klasik--tidak ada hal yang baru dan ceritanya pun mudah sekali ditebak arahnya ke mana. Namun, narasi dan pembawaan cerita penulis melalui percakapan dan penggambaran pekerjaan tokoh-tokohnya membuat novel ini terasa seru dan menyenangkan untuk diikuti. Dari awal bab sampai akhir ceritanya page turner. banget.  Pekerjaan tokoh-tokohnya ditulis secara detail, tidak sekadar template saja. Penulis menyisipkan istilah-istilah perkonstruksian di bagian footnote, sehingga pembaca bisa lebih paham. 

Aku sangat merekomendasikan novel ini buat kalian yang sedang mencari cerita office romance yang seru dan bikin capek nyengir baper :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...